Upaya Pemerintah Untuk Mewujudkan Masyarakat Kuat, Sehat Dan Cerdas

Ikan dikenal sebagai salah satu sumber protein yang baik bagi tubuh manusia, selain daging dan ayam. Selain mengandung protein, ikan juga mengandung lemak, vitamin dan mineral. Namun, penduduk Indonesia masih tergolong rendah dalam hal mengonsumsi ikan, yaitu 38,3 kilogram per kapita per tahunnya atau sekitar 105 gram / kapita / hari. Di Jawa, konsumsi ikan masih 32 kg per kapita per tahun, sementara di Sumatera dan Kalimantan konsumsi ikannya antara 32-43 kg per kapita per tahun, dan di Indonesia bagian timur sebanyak 40 kg per tahun. Berkaitan dengan hal ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengimbau agar masyarakat tidak tergantung pada daging sapi dan menggalakkan program Gemarikan.

Foto : Sumber Google

Gemarikan merupakan kepanjangan dari Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan. Gerakan ini diluncurkan pertama kali oleh Presiden RI ke-5 Megawati Soekarno Putri pada Tanggal 4 April 2004. Pencanangan Gemarikan merupakan momentum dalam rangka mewujudkan masyarakan Indonesia yang kuat, sehat, cerdas, dan berpenampilan prima sekaligus membangun karakter  bangsa yakni mencerdaskan masyakat  secara fisik dan mental dengan mengkonsumsi ikan.

Foto : Sumber Google

Ada beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya masyarakat Indonesia dalam mengkonsumsi ikan, diantaranya adalah (1) Masih ada masyarakat  yang memiliki kesadaran yang rendah tentang pentingnya gizi dan kesehatan bagi tubuh; (2) Kurangnya informasi tentang kandungan gizi yang terkandung dalam daging ikan, (3) Belum optimalnya / masih kurangnya kampanye gerakan memasyarakatkan makan ikan, dan (4) Adanya mitos bahwa banyak makan ikan akan menyebabkan penyakit kulit dan cacingan.

Foto : Sumber Google

Bila kita lihat dari faktor penyebab di atas yaitu masih ada masyarakat  yang memiliki kesadaran yang rendah tentang pentingnya gizi dan kesehatan bagi tubuh, hal ini mungkin disebabkan karena faktor sosial ekonomi. Masyarakat menengah ke bawah cenderung kurang memperhatikan akan pentingnya mengkonsumsi makanan termasuk ikan yang kaya akan nutrisi gizi yang sangat baik bagi kesehatan. Mereka makan apa adanya, yang penting apa yang dimakan itu dapat mengenyangkan, tidak memikirkan apakah makanan yang dikonsumsi itu bergizi atau tidak. Misalnya ada masyarakat yang cenderung senang makan ikan kering / asin, ikan wadi, pakasam, dan sejenisnya yang nilai gizinya lebih rendah dibanding dengan makan ikan segar yang nilai gizinya lebih baik.

Foto : Sumber Google

Faktor penyebab ke 2 adalah kurangnya informasi tentang kandungan gizi yang terkandung dalam daging ikan, padahal kandungan gizi ikan sangat baik bagi kesehatan tubuh manusia. Berikut ini adalah  beberapa informasi tentang kandungan gizi yang terdapat dalam daging ikan yang sangat bermanfaat bagi  tubuh manusia antara lain:

A. Protein

Kandungan protein ikan lebih tinggi dari protein serealia dikacang-kacangan, setara dengan daging, sedikit dibawah telur.Protein ikan sangat mudah dicerna, sehingga baik bagi balita yang sistem pencernaannya belum sesempuna orang dewasa.Protein ikan mengandung berbagai asam amino dalam bentuk yang mendekati asam amino didalam tubuh manusia. Komposisi asam amino protein ikan juga lebih lengkap dibanding bahan makanan lain, salah satunya taurin. Taurin sangat bermanfaat merangsang pertumbuhan sel otak dan sistem saraf, berperan dalam perkembangan mata si kecil serta membantu pembentukan asam empedu yang berfungsi dalam penyerapan lemak.

Foto : Sumber Google

B. Lemak

Asam lemak ikan merupakan asam lemak essensial yang sifatnya tidak jenuh. Asam lemak tidak jenuh sangat bermanfaat untuk mempertahankan kesehatan tubuh dan menjaga kestabilan kadar kolesterol.

Tubuh manusia pada dasarnya dapat membentuk beberapa tipe Asam lemak. Namun pembentukan asam lemak tidak jenuh yang dibutuhkan sangatlah sedikit. Oleh karena itu, tubuh manusia memerlukan asupan asam lemak tidak jenuh dari bahan makanan yang dikonsumsinya, salah satunya adalah ikan. Beberapa ahli nutrisi merekomendasikan bahwa manusia harus mengkonsumsi 0,5-1% dari total asupan asam lemak tidak jenuh yang berupa omega 3.

Foto : Sumber Google

kandungan omega 3 pada daging ikan dapat membantu mengurangi peradangan yang terjadi di dalam tubuh manusia.Beberapa ikan yang berasal dari laut dalam seperti salmon, tuna, sarden dan makarel, mengandung asam lemak yang tergabung dalam kelompok asam lemak omega 3. Yang paling dominan dari kelompok ini adalah asam eikosapentaenoat (EPA) dan asam dokosaheksaenoat (DHA). Keduanya bermanfaat dalam menurunkan kolesterol dalam darah dan meningkatkan pertumbuhan sel-sel otak anak balita.

Foto : Sumber Google

C. Vitamin

  1. Vitamin A : banyak terdapat pada minyak hati ikan bermanfaat mencegah kebutaan pada anak.
  2. Vitamin D : selain  terdapat dalam daging ikan, juga pada telur serta minyak hati ikan. Vitamin ini penting bagi pertumbuhan dan kekuatan tulang.
  3. Vitamin B6 : membantu metabolisme asam amino dan lemak serta mencegah anemia dan kerusakan syaraf.
  4. Vitamin B12 bermanfaat dalam pembentukan sel-sel darah merah, membantu metabolisme lemak, dan melindungi jantung juga kerusakan syaraf

D. Mineral

Salah satu mineral yang terdapat pada ikan adalah selenium. Selenium sudah diakui sebagai unsur esensial bagi manusia dan merupakan bagian penting dari enzim yang berperan dalam membuat antioksidan yang melindungi tubuh dari radikal bebas, membantu mencegah kerusakan DNA yang disebabkan oleh zat  kimiawi dan radiasi serta bisa mencegah terjadinya penyakit degeneratif seperti jantung koroner. Selain selenium, mineral yang lainnya adalah zat besi yang membantu mencegah terjadinya anemia, yodium yang mencegah terjadinya penyakit gondok, hambatan pertumbuhan anak, bahkan juga kecerdasannya, seng yang membantu kerja enzim dan hormon, dan flour yang menguatkan serta menyehatkan gigi si kecil.

Foto : Sumber Google

Faktor penyebab ke 3 adalah belum optimalnya / masih kurangnya kampanye gerakan memasyarakatkan makan ikan sehingga tingkat konsumsi makan ikan masih rendah. Kampanye gerakan memasyarakatkan makan ikan atau lebih dikenal dengan Gemarikan dapat dilakukan melalui media cetak (leaflet, folder, brosur,pamplet, dll) maupun media elektronik (televisi, sosmed,dll).Dapat juga dilakukan dalam berbagai bentuk kegiatan seperti bazar, pameran, festival kuliner berbahan dasar ikan, lomba masak ikan, dll.

Adanya mitos di masyarakat bahwa banyak makan ikan akan menyebabkan penyakit kulit dan cacingan ini tidak mendasar. Faktanya daging ikan mengandung vitamin E yang sangat baik untuk kesehatan kulit. Selain itu daging ikan segar mengandung protein yang tinggi yaitu sekitar 30 – 40 % sangat baik untuk pertumbuhan tubuh, asam lemak tidak jenuh  sangat baik untuk kesehatan pembuluh darah dan kecerdasan otak, serta vitamin A yang baik untuk kesehatan mata. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir lagi untuk mengkonsumsi berbagai jenis ikan. Yang perlu diperhatikan dalam mengkonsumsi ikan adalah tingkat kesegaran dan kualitas ikan. Ikan yang baik untuk dikonsumsi adalah ikan yang masih dalam kondisi segar atau tidak busuk.

Foto : Sumber Google

Ada banyak keuntungan yang bisa kita dapatkan dengan mengkonsumsi ikan segar. Dari segi harga maupun dari segi manfaat. Makan ikan jauh lebih murah dan manfaat makan ikan lebih sehat daripada makan daging, terutama pada anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan.Adapun manfaat dari mengkonsumsi ikan segar antara lain adalah : (1) Membantu pertumbuhan, terutama pertumbuhan otak dan tulang anak.Selain protein yang tinggi, ikan juga mengandung asam lemak omega 3 (yang dibutuhkan untuk pertumbuhan otak), serta kalsium, vitamin D, dan fosfor (yang dibutuhkan anak untuk pertumbuhan tulang). Tidak hanya itu, ikan juga kaya akan vitamin dan mineral lain, seperti vitamin B2, zat besi, zink, yodium, magnesium, dan kalium. Semua vitamin dan mineral tersebut tentu sangat dibutuhkan anak untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara keseluruhan. (2) Mencegah penyakit jantung. The American Heart Association merekomendasikan konsumsi ikan setidaknya 2 kali per minggu sebagai bagian dari diet sehat. Sedangkan, Kementerian Kesehatan RI sendiri merekomendasikan untuk makan ikan sebanyak 2-3 kali per minggu.Ikan mengandung protein, vitamin, dan mineral yang dapat membantu menurunkan tekanan darah, menurunkan resiko penyakit jantung dan stroke. Kandungan asam lemak omega 3 dalam ikan sangat baik untuk kesehatan jantung. Sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi ikan yang kaya akan omega 3 (seperti tuna, sarden, salmon, trout, dan makerel) dapat mengurangi kadar lemak dalam darah, sehingga menurunkan resiko penyakit jantung. (3) Mengurangi resiko penyakit Alzheimer. Sebuah penelitian menemukan bahwa orang yang makan ikan dengan cara dipanggang memiliki volume otak yang lebih besar dan sel otak yang lebih besar di area otak yang bertanggung jawab untuk ingatan dan belajar. Para ahli percaya bahwa orang yang memiliki volume otak lebih besar memiliki resiko penurunan kognitif dan penyakit Alzheimer yang lebih rendah. (4) Mengurangi resiko depresi. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa makan ikan dapat membantu mengurangi resiko depresi. Hal ini mungkin karena kandungan asam lemak omega 3 dalam ikan. Penelitian membuktikan bahwa dengan mengkonsumsi ikan dapat lebih meningkatkan efektivitas obat antidepresan, dibandingkan jika hanya mengonsumsi obat antidepresan saja.Asam lemak omega 3 dalam ikan juga dapat membantu mengatasi gangguan mental lainnya, seperti gangguan bipolar. Omega 3 merupakan salah satu nutrisi yang dibutuhkan untuk fungsi otak yang sehat. Manfaat lainnya adalah

Foto : Sumber Google

Selain beberapa manfaat yang telah disebutkan di atas, ikan juga mempunyai manfaat lain, seperti: (a) Melindungi mata dari penurunan fungsi karena penuaan, dengan  rutin mengkonsumsi ikan berhubungan dengan penurunan degenerasi makula pada wanita. (b) Mencegah penyakit asma pada anak. Anak yang mengonsumsi ikan lebih kecil berisiko terkena asma. (c) Menurunkan resiko diabetes tipe 1 pada anak dan dewasa.

Beberapa ikan yang berasal dari laut dalam seperti salmon, tuna, sarden dan makarel, mengandung asam lemak yang tergabung dalam kelompok asam lemak omega 3. Yang paling dominan dari kelompok ini adalah asam eikosapentaenoat (EPA) dan asam dokosaheksaenoat (DHA). Keduanya bermanfaat dalam menurunkan kolesterol dalam darah dan meningkatkan pertumbuhan sel-sel otak sikecil.

Dengan mengetahui faktor penyebab rendahnya tingkat konsumsi ikan segar,  kandungan gizi serta manfaat dari daging ikan segar diharapkan dapat meningkatkan konsumsi daging ikan segar. Dengan turut mengkonsumsi daging ikan segar berarti kita telah mendukung Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Dengan adanya program Gemarikan ini diharapkan masyarakat Indonesia akan memperoleh asupan nutrisi dari sumber pangan ikan yang kaya gizi, menguatkan, menyehatkan dan mencerdaskan. Suksesnya gerakan ini merupakan tanggung jawab bersama dari semua pihak di seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya dari pihak Pemerintah saja.

Oleh : Inayah Rahmani, S.Pi
(Penyuluh Perikanan Kabupaten Banjar)

You might also like More from author