Unit Percontohan Budidaya Ikan Lele

Unit percontohan budidaya ikan lele dengan sistem micro bubble di Pondok Pesantren Darussalam Takhassus Desa Tanjung Rema Kec. Martapura Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan ini bersumber dari kegiatan Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Banyuwangi, bekerjasama dengan Dinas Perikanan Kabupaten Banjar, Penyuluh Perikanan Kabupaten Banjar, Pelaku Usaha Perikanan dan Stakeholder Perikanan.

Sektor Perikanan merupakan salah satu sektor unggulan di Kabupaten Banjar yang mampu kontribusi kepada PDRB Kabupaten Banjar sebesar kurang lebih 5%, dan hingga tahun 2021 sektor perikanan diharapkan mampu  menyumbang sebesar 6% terhadap PDRB Kabupaten Banjar. Hal ini merupakan sebuah tantangan dan peluang bagi usaha budidaya ikan air tawar, khususnya lele diprediksi akan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan ikan lele dunia, dan tingkat konsumsi ikan di kalangan masyarakat semakin meningkat. Hal tersebut terbukti dengan adanya warung-warung makan maupun restoran yang menyajikan menu masakan ikan terutama lele. Menu ikan lele ini semakin banyak diminati oleh masyarakat, karena selain rasanya yang enak, bergizi tinggi, juga harganya yang terjangkau.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banjar menyampaikan bahwa untuk memenuhi kebutuhan benih ikan lele di Kabupaten Banjar ini sebagian harus didatangkan benih ikan lele dari luar daerah. Inilah yang memang yang menjadi tantangan dan peluang perlu disikapi oleh kita bersama dan masyarakat Kabupaten Banjar untuk berbudidaya ikan lele, baik pembesaran maupun pembenihan ikan sehingga Kabupaten Banjar mampu memenuhi kebutuhan ikan lele dalam skala lokal maupun pasar di luar wilayah Kabupaten Banjar kata. Oleh karena itu dengan adanya Unit Percontohan Budidaya Ikan Lele ini diharapkan dapat menjadi lokasi atau tempat pembelajaran bagi pembudidaya ikan dan santri di Kabupaten Banjar untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman serta mendapatkan bimbingan, khususnya bagaimana melakukan budidaya ikan dengan menerapkan Cara Budidaya Ikan Yang Baik atau CBIB. Karena selain sebagai sektor ekonomi unggulan di Kabupaten Banjar, sektor perikanan juga mendapat peran dalam menjaga ketahanan dan keamanan pangan, khususnya ketersediaan dan kecukupan protein hewani yang sehat bagi masyarakat.

Selanjutnya Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banjar berpesan agar para pembudidaya, pengolah dan pemasaran hasil perikanan harus mampu mengedepankan kerjasama antar sesama, koordinasi dengan unsur-unsur yang terkait, mau belajar dan mencari pengalaman dari pelaku usaha yang sudah lebih dulu berhasil, serta mau menjalin hubungan dengan pelaku pasar. Sehingga budidaya perikanan Kabupaten Banjar akan cepat maju dan berkembang dengan meraih keuntungan yang besar yang mampu meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat Kabupaten Banjar yang barokah.

Kemudian Bupati Banjar dalam sambutannya mengharapkan “semoga dari Kementrian Kelautan dan Perikanan melalui unit unit kerja teknisnya senantiasa memberikan bantuan semacam ini terutama di Pondok – Pondok Pesantren  yang berada di Wilayah Kabupaten Banjar, searah dengan kebijakan Menteri kelautan dan perikanan Susi Pudjiastuti ingin agar pasantren di Indonesia bisa mandiri di sektor perikanan, sebagai upaya mencukupi kebutuhan protein untuk para santri sehingga mereka bisa menjadi generasi yang cerdas”.


Foto Bersama Dinas Perikanan Kabupaten Banjar, Penyuluh Perikanan Kabupaten Banjar, Pelaku Usaha Perikanan dan Karyawan(i) Dinas Perikanan.

Pondok pesantren juga merupakan cikal bakal pendidikan selain sekolah umum. dengan pondok pesantren akan lebih mengintensifkan dan mempunyai waktu lebih banyak dalam mengaplikasikan beragam pelatihan. meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat Kabupaten Banjar yang Sejahtera dan barokah.

You might also like More from author