SOSIALISASI PERIKANAN TANGKAP

Pengembangan teknologi perikanan tidak selalu hanya berorientasi meningkatkan produktifitas hasil tangkapan. Pengembangan teknologi alat penangkap ikan juga harus lebih selektif untuk menjaga kelestarian sumberdaya perikanan, serta pola penangkapan yang berkelanjutan.

Penangkapan ikan ramah lingkungan adalah penggunaan alat tangkap yang tidak memberikan dampak negatif terhadap sumberdaya ikan, lingkungan perairan, nelayan dan diterima secara sosial (legal, menguntungkan, tidak berpotensi konflik dan investasi rendah) Pengembangan teknologi penangkapan ikan ditekankan pada teknologi penangkapan ikan yang ramah lingkungan (enviromental friendly fishing tecnology).

Kegiatan sosialisasi perikanan tangkap ini dilaksanakan pada Kamis, Tanggal 26 September 2019 bertempat di Kantor Pembakal Desa Sungai Pinang Baru Kecamatan Sungai Tabuk. diikuti oleh para nelayan Desa Sungai Pinang Baru Kecamatan Sungai Tabuk.

Kabid Perikanan Tangkap (Jayadi, S.Pi) Menyampaikan Materi Kartu Kusuka

Adapun materi yang disampaikan berupa : Kebijakan Pembangunan Perikanan Kabupaten Banjar yang diwakili oleh Kabid Perikanan Tangkap, Materi Alat Tangkap Ikan yang Ramah Lingkungan oleh Dosen Fakultas Perikanan Uviversitas Lambung Mangkurat (Dr. Erwin Rosadi, S.Pi, M.Si) dan Materi Kartu Kusuka oleh Kabid Perikanan Tangkap (Jayadi, S.Pi).

Foto Bersama Kabid Perikanan Tangkap, Camat Sungai Tabuk dan Narasumber

Seiring dengan gencarnya implementasi dari program nawacita yang telah dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo sejak tahun 2015 silam, hingga pada tahun 2017, program nawacita pun juga merambah ke sektor dunia perikanan di Indonesia, khususnya pengembangan dunia usaha di sektor perikanan tangkap melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menitik beratkan pada pelaku usaha/pelaku utama perikanan, dalam hal ini para nelayan. Diantara sekian program yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk sektor perikanan tangkap yakni; dengan pemigrasian kartu identitas pelaku usaha/pelaku utama yang sebelumnya adalah berupa kartu nelayan, kini telah dirubah menjadi kartu Pelaku Usaha Kelautan Dan Perikanan yang kemudian disebut sebagai Kartu KUSUKA.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: NOMOR 39/PERMEN-KP/2017, Fungsi dari Kartu KUSUKA ini adalah sebagai berikut:

  • Identitas profesi Pelaku Usaha kelautan dan perikanan;
  • Basis data untuk memudahkan perlindungan dan pemberdayaan Pelaku Usaha kelautan dan perikanan;
  • Pelayanan dan pembinaan Pelaku Usaha kelautan dan perikanan; dan
  • Sarana untuk pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program Kementerian.

Tujuan dilaksanakannya kegiatan sosialisasi perikanan antara lain :

  1. Memberikan informasi dan pemahaman kepada nelayan tentang penggunaan sarana atau alat-alat tangkap yang ramah terhadap sumberdaya perikanan.
  2. Meningkatkan partisipasi dan kesadaran masyarakat dalam penggunaan alat tangkap ramah lingkungan dan pelestarian lingkungan dari kerusakan sumberdaya alam demi meningkatkan perekonomian masyarakat.
  3. Memberikan informasi dan pemahaman kepada masyarakat khususnya nelayan tentang manfaat dan tata cara pembuatan kartu nelayan/kusuka

You might also like More from author