RESTOCKING IKAN ARWANA BANJAR RED DI DANAU TAMIYANG DESA MANDI KAPAU BARAT KABUPATEN BANJAR

Upaya pelestarian sumber daya alam khususnya perikanan terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Banjar. Melalui Balai Pengelolaan Sungai Pesisir dan Laut (BPSPL) dan Dinas Perikanan Kabupaten Banjar bekerjasama dengan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan dan Pembakal Mandi Kapau Barat serta masyarakat setempat.

Sebanyak 54 ekor bibit ikan arwana jenis Banjar dilepas liarkan (restocking) di perairan (Danau Tamiyang) Desa Mandikapau Barat Kecamatan Karang Intan. Bibit ikan yang ditebar ke perairan umum tersebut adalah jenis ikan lokal yakni ikan arwana banjar red. Ikan arwana Banjar red merupakan jenis ikan arwana yang berasal dari daerah Kalimantan Selatan.

Ikan arwana merupakan jenis ikan yang dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 Tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa, selain itu ikan arwana masuk dalam daftar Appendiks I CITES dimana perdagangannya secara internasional dilarang, kecuali hasil budidaya / penangkaran. Berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No 21 Tahun 2014, bahwa anak ikan arwana dengan ukuran kurang dari 12 sentimeter dilarang keluar dari wilayah Negara Republik Indonesia.

Restocking adalah salah satu upaya penambahan stok ikan tangkapan untuk ditebarkan diperairan umum, pada perairan umum yang dianggap telah mengalami krisis akibat Penangkapan Ikan atau tingkat pemanfaatan secara berlebihan. Tujuan restocking selain menambahkan stok ikan agar dapat dipanen sebagai ikan konsumsi, juga bertujuan mengembalikan fungsi dan peran perairan umum sebagai ekosistem akuatik yang seimbang.

Pengelolaan perairan umum sebagai salah satu upaya kegiatan perikanan dalam memanfaatkan sumberdaya secara berkesinambungan perlu dilakukan secara bijaksana, kegiatan pemanfaatan sumberdaya ikan diperairan umum melalui kegiatan penangkapan dan budidaya cenderung tidak terkendali, dimana jumlah tangkapan tidak lagi seimbang dengan pemulihan, agar terjadi keseimbangan makan diperlukan pengelolaan sumberdaya yang lebih hati-hati.Dalam upaya meningkatkan pemanfaatan sumberdaya ikan di perairan umum, serta terjaminnya kelangsungan usaha pemanfaatan sumberdaya ikan dengan tetap mempertahankan kelestarian sumberdaya ikan di perairan umum, maka perlu dilakukan Restocking.

Dalam upaya perlindungan pelestarian sumber daya ikan, kepada masyarakat :

    1. DILARANG melakukan kegiatan penangkapan di kawasan suaka perikanan (reservaat) ini.
    1. DILARANG melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran dan kerusakan sumber daya ikan.
  1. DILARANG melakukan kegiatan penangkapan dengan menggunakan bahan dan atau alat yang dapat membahayakan kelestarian sumber daya ikan dan lingkungannya.

barang siapa melakukan pelanggaran tersebut, sesuai (Perda Kab. Banjar No. 07 Tahun 2015) diancam pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan dan/atau denda paling banyak Rp. 25.000.000 (Dua Puluh Lima Juta Rupiah)

You might also like More from author