Pelepas Liaran (Restocking) Ikan Arwana dan Puluhan Ribu Ekor Benih Ikan Lokal Di Perairan Umum Kabupaten Banjar

Kepala Dinas Perikanan Melepas Liarkan Ikan Arwana

Restocking ikan adalah salah satu upaya penambahan stock ikan tangkapan untuk ditebarkan di perairan umum, pada perairan yang dianggap telah mengalami penurunan stock akibat  tingkat pemanfaatan yang berlebihan. Tujuan restocking selain menambah stock ikan agar dapat dipanen sebagai ikan konsumsi, juga bertujuan mengembalikan fungsi dan peran perairan umum sebagai ekosistem akuatik yang seimbang. Keberadaan ikan pada suatu perairan akan memberikan manfaat baik bagi ekositem pada perairan tersebut maupun bagi manusia sebagai bahan pangan.

Pengelolaan perairan umum sebagai salah satu upaya kegiatan perikanan dalam memanfaatkan sumberdaya secara berkesinambungan perlu dilakukan secara bijaksana, kegiatan pemanfaatan sumberdaya ikan diperairan umum melalui kegiatan penangkapan dan budidaya cenderung tidak terkendali, dimana jumlah tangkapan tidak lagi seimbang dengan pemulihan, agar terjadi keseimbangan makan diperlukan pengelolaan sumberdaya yang lebih hati-hati. Dalam upaya meningkatkan pemanfaatan sumberdaya ikan di perairan umum, serta terjaminnya kelangsungan usaha pemanfaatan sumberdaya ikan dengan tetap mempertahankan kelestarian sumberdaya ikan di perairan umum, maka perlu dilakukan Restocking

Upaya pelestarian sumber daya alam khususnya perikanan terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Banjar. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banjar Bersama Kepala Badan KIPM, Dirjen Budidaya, Kepala Balai KIPM, Kepala BBPAT Mandi Angin, UPTD Tahura Sultan Adam, BKSDA Kalimantan Selatan, Serta Pengusaha Ikan Arwana (Krisna Pusaka Tirta Lestari) Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan serta Jajaran Dinas Perikanan Kabupaten Banjar.

Sebanyak 150 ekor Induk ikan arwana dilepas liarkan (restocking) dan juga 1.500 ekor Benih ikan Lokal berupa Ikan Jelawat, Ikan Betok/Papuyu, Ikan Kelabau di perairan Umum Kabupaten Banjar. Induk Ikan Arwana dan Bibit ikan yang ditebar ke perairan umum tersebut adalah jenis ikan lokal. Ikan Arwana dan Benih ikan Jelawat, Betok/Papuyu, Kelabau merupakan jenis ikan yang berasal dari daerah Kalimantan Selatan.

Dalam upaya perlindungan pelestarian sumber daya ikan, kepada masyarakat :

  1. DILARANG melakukan kegiatan penangkapan di kawasan suaka perikanan (reservaat) ini.
  2. DILARANG melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran dan kerusakan sumber daya ikan.
  3. DILARANG melakukan kegiatan penangkapan dengan menggunakan bahan dan atau alat yang dapat membahayakan kelestarian sumber daya ikan dan lingkungannya.

Barang siapa melakukan pelanggaran tersebut, sesuai (Perda Kab. Banjar No. 07 Tahun 2015) diancam pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan dan/atau denda paling banyak Rp. 25.000.000 (Dua Puluh Lima Juta Rupiah)

You might also like More from author