(STOP ILEGAL FISHING) Mari Kita Lestarikan Sumberdaya Alam

Bersama Penyuluh Perikanan Melakukan Pemasangan Plang Himbauan Stop Ilegal Fishing

Dalam rangka menjaga sumber daya perikanan diperairan umum dan laut serta juga mengurangi kegiatan penyetruman ikan yang sering ada di setiap musim penangkapan di Kabupaten Banjar, Dinas Perikanan Kabupaten Banjar berharap kepada masyarakat agar bisa menjaga dan melestarikan biota ikan yang semakin langka.

Himbauan Stop Ilegal Fishing

Pengelolaan perairan umum sebagai salah satu upaya kegiatan Perikanan dalam memanfaatkan sumberdaya secara berkesinambungan perlu dilakukan secara bijaksana, kegiatan pemanfaatan sumberdaya ikan diperairan umum melalui kegiatan penangkapan dan budidaya cenderung tidak terkendali, dimana jumlah tangkapan tidak lagi seimbang dengan pemulihan, agar terjadi keseimbangan maka diperlukan pengelolaan sumberdaya yang lebih hati-hati. Dalam upaya meningkatkan pemanfaatan sumberdaya ikan di perairan umum, serta terjaminnya kelangsungan usaha pemanfaatan sumberdaya ikan dengan tetap mempertahankan kelestarian sumberdaya ikan di perairan umum.

Foto Bersama Kabid Perikanan Tangkap dengan Penyuluh Perikanan Kabupaten Banjar

Perairan umum mempunyai posisi yang strategis dan berfungsi multi guna, selain dimanfaatkan sektor perikanan, juga dimanfaatkan oleh sektor perindustrian, pariwisata dan sebagainya. Perairan umum terdiri dari danau, waduk, rawa, sungai serta genangan lainnya, merupakan salah satu sumberdaya perairan yang potensial untuk lebih dikembangkan dalam memenuhi kebutuhan pangan bagi manusia, khususnya kebutuhan protein hewani dari ikan.

Dalam upaya perlindungan pelestarian sumber daya ikan, kepada masyarakat :

  1. DILARANG melakukan kegiatan penangkapan di kawasan suaka perikanan (reservaat) ini.
  2. DILARANG melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran dan kerusakan sumber daya ikan.
  3. DILARANG melakukan kegiatan penangkapan dengan menggunakan bahan dan atau alat yang dapat membahayakan kelestarian sumber daya ikan dan lingkungannya.

Barang siapa melakukan pelanggaran tersebut, sesuai (Perda Kab. Banjar No. 07 Tahun 2015) diancam pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan dan/atau denda paling banyak Rp. 25.000.000 (Dua Puluh Lima Juta Rupiah)

You might also like More from author